Indonesia gagal menjadi latar film James Bond Tomorrow Never Dies

Tahukah Anda bahwa tanah air kita sempat dilirik untuk menjadi latar produksi film James Bond Tomorrow Never Dies.

Bagi Anda yang merupakan fans dari film agen rahasia Inggris James Bond pasti sudah sangat hafal dengan kekhasan film ini yang selalu menjadikan tempat-tempak eksotis di berbagai negara sebagai latar filmnya. Sejak dari dirilisnya film James Bond pertama hingga saat ini, total sudah sekitar 50 negara telah dijelajahi termasuk negara tetangga kita yaitu Thailand. Pada film James Bond The Man With The Golden Gun,  salah satu tempat tujuan wisata negeri Gajah Putih tersebut sempat menjadi latar adegan pada film ini.

never-die

Indonesia dilirik sebagai lokasi syuting Tomorrow Never Dies

Sayangnya tanah air kita yang indah hingga saat ini belum termasuk dalam daftar 50 negara yang pernah menjadi lokasi syuting film James Bond. Tetapi faktanya untuk film James Bond Tomorrow Never Dies yang dibintangi Pierce Brosnan dan Michelle Yeoh Indonesia pernah dicalonkan sebagai lokasi syuting nonton movie. Tetapi dengan berbagai pertimbangan pemerintah ternyata tak mendukung niatan tersebut sehingga urung dilaksanakan. Sesungguhnya kesempatan ini bisa menjadi salah satu promosi wisata untuk menarik turis asing lewat film legendaris tersebut.

Peristiwa urungnya tanah air kita dijadikan lokasi syuting film James Bond ini ditulis pada blog pribadi sutradara film Iman Brotoseno yang juga menyutradarai film 3 Srikandi. Cerita bermula dari dihubunginya sang sutradara oleh seorang teman lama yang bekerja pada EON Productions, yaitu rumah produksi yang membuat film-film James Bond. Para sineas rupanya terkesan dengan keindahan tanah air kita dan bermaksud untuk memanfaatkannya sebagai latar film Tomorrow Never Dies.

Serangkaian pertemuan dengan produser eksekutif dari London, yaitu Michael G pun diselenggarakan hingga pada tahapan pencarian lokasi syuting. Idenya adalah merombak Kapal Perang Indonesia untuk menjadi Her Majesty Ship atau Kapal Perang Inggris dan berlayar melintasi Selat Sunda yang berlatar belakang Gunung Krakatau. Sementara gunung-gunung di sekitar Tana Toraja serta candi-candi Jawa Tengah direncanakan akan menjadi lokasi persembunyian para bandit.

Beberapa lokasi di ibukota juga akan dilibatkan, seperti kota tua untuk adegan James Bond menyetir mobil BMW canggih rancangan Mr.Q, juga akan ada adegan Bond meluncur melalui banner dari puncak gedung domino qiu qiu di BNI Jalan Sudirman. Pihak-pihak terkait di dalam negeri sesungguhnya sangat bersemangat untuk merealisasikan proyek kerjasama ini mengingat dampaknya akan sangat positif bagi pariwisata di tanah air yang dipromosikan melalui media film. Tetapi sayangnya rencana tersebut mendapat sambutan yang kurang positif dari pemerintah yang saat itu belum dapat melihat potensi bagus yang ditawarkan oleh film tersebut.

Padahal dari pihak pembuat film sendiri menyanggupi akan menyediakan sekitar 70 juta Dollar AS dalam produksi film tersebut untuk dana perizinan, artistik, lokasi, peralatan, kru, hotel, katering, penyerapan tenaga kerja lokal, hingga pemain figuran. Sayangnya hal ini tak dapat direalisasikan, sehingga pilihan akhirnya jatuh pada negara Thailand serta kamboja. Setelah film tersebut dirilis, ternyata memang terbukti menjadi semakin meningkatnya wisatawan asing untuk berlibur ke Thailand setelah menyaksikan lokasi-lokasi eksotif pada beberapa obyek wisata negara tersebut melalui film The Man With The Golden Gun.

Film James Bond sendiri merupakan kisah yang diangkat dari novel karya penulis Ian Fleming di tahun  1953. Karakter utama James Bond digambarkan sebagai agen rahasia berwajah tampan, flamboyan, simpatik, dan sedikit playboy. Selain itu film-film James Bond juga selalu memperlihatkan beragam teknologi canggih pada masanya. Nah, semoga ulasan ini bisa menambah wawasan Anda.

Share Button
Read more
 
Cerita rakyat Indonesia dilirik oleh Studio Pixar

Studio Pixar yang merupakan studio animasi terbesar di Hollywood ternyata tertarik dengan dongeng Indonesia untuk diangkat menjadi film animasi berkualitas.

Beberapa waktu lalu tersiar kabar yang sempat menjadi viral bahwa studio film online animasi terbesar di Hollywood yaitu Pixar Animation Studios tertarik untuk mengangkat legenda-legenda rakyat di tanah air untuk menjadi tema film-film animasinya. Pihak Pixar sendiri menyatakan ketertarikannya ini kepada Triawan Munaf, Kepala Badan Ekonomi Kreatif. Pernyataan ini tentu merupakan kabar yang menggembirakan dan langsung ditindaklanjuti untuk memilih cerita-cerita dongeng Indonesia yang berpotensi untuk diadaptasi menjadi film animasi Pixar. Tetapi tentu saja keputusan tentang dongeng yang mana yang akan dipilih berada di pihak studio animasi tersebut sepenuhnya.

kartun

Pengerjaan cerita legenda menjadi film animasi
Pada proses pengerjaannya, pihak studio menyatakan bahwa mereka memerlukan waktu sekitar 4 hingga 5 tahun yang tentunya cukup panjang untuk penggarapan sebuah film. Hal ini dikarenakan studio kenamaan ini memang mengutamakan mutu yang meliputi jalan cerita hingga teknologi produksi. Pihak studio juga diberitakan akan mengunjungi Indonesia untuk melakukan penelitian dan riset sebelum mengangkatnya menjadi film animasi. Triawan Munaf sendiri berharap bahwa proyek bersama ini bisa membuka peluang bagi para animator Indonesia untuk bergabung dan memberikan kontribusinya.
Proyek ini tentu merupakan kerjasama yang akan sangat berperan dalam perkembangan film animasi dalam negeri sendiri mengingat Pixar Studio sukses merilis film-film animasi yang menjadi box office juga mengumpulkan sejumlah penghargaan mulai dari Academy Awards, Golden Globes, Grammy Awards, dan piala Oscar. Film-film tersebut antara lain adalah, Inside Out, Monser, Inc, Toy Story, Up, dan yang paling fenomenal adalah Finding Nemo yang juga membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk mengerjakannya termasuk melibatkan para ahli biologi kelautan.
Sementara di dalam negeri sendiri, kita juga mempunyai para animator muda yang kreatif walaupun belum menyamai kebesaran nama Pixar Studio Animation. Ini dibuktikan dengan dibuatnya beberapa film animasi dalam negeri yang kualitasnya mampu bersaing dengan teknik animasi dari luar negeri.
1. Petualangan si Adi
Inilah kisah petualangan anak SMK yang juga diproduksi oleh para siswa SMK. Film animasi ini bergenre komedi petualangan seorang siswa SMK untuk mencari pusaka-pusaka tanah air dengan ditemani robot canggih B10.

2. Binekon
Film ini dibuat oleh Haryadhi dan Oktodia Mardoko yang bekerja sama di Belantara Studio. Binekon sesungguhnya adalah kependekan dari Bhineka Icon yang sejak awal telah sarat dengan konten-konten yang berhubungan dengan budaya nusantara.

3. Asia Raya
Kisah film ini diangkat dari ekspansi tentara Jepang ke tanah air di jaman penjajahan. Menariknya, film juaramovie ini diambil dari sudut pandang prajurit Jepang yang meyakini sebuah ramalan tua tentang nasib Nusantara.

4. Adit dan Sopo Jarwo
Anda tentu sudah tak asing dengan judul serial tersebut yang ditayangkan di MNC TV di sore hari. Serial tersebut mengangkat kisah persahabatan Adit dan teman-teman kecilnya di sebuah kompleks perumahan. Banyak kisah seru yang tentunya akan mengingatkan kita pada masa kecil kita.

5. Keluarga Somat

Kisah ini mengambil tema kehidupan para keluarga sederhana di tanah air dengan sang ayah yang seorang pegawai pabrik serta dua anaknya Dudung dan Ninung. Meskipun hidup sederhana tetpi keceriaan dalam menjalani aktifitas sehari-hari selalu membawa kebahagiaan bagi keluarga ini.

Selain beberapa judul diatas, masih banyak lagi film-film animasi karya animator Indonesia yang patut untuk dibanggakan. Nah, semoga ulasan di atas bisa menambah wawasan Anda.

Share Button
Read more